Langsung ke konten utama

Postingan

Senyum ‘Ljuba Truba’

Ivan Ljubicic langsung merayakan suksesnya merebut gelar Masters di Indian Wells setelah sukses menundukkan petenis Amerika Serikat Andy Roddick 7-6(3), 7-6(5) di final. Bersama dua orang terdekatnya, istri dan anaknya Aida dan Leonardo, Ljubicic langsung berlibur di Palm Springs, Miami. Momen itu sekaligus merayakan ulang tahun Leonardo yang genap berusia satu tahun pada 21 Maret. Hanya berselang dua hari dari ulang tahun Ljubicic yang jatuh pada 19 Maret, di saat usianya mencapai 31 tahun. “Ini pekan yang menakjubkan. Melihat karier secara keseluruhan, saya pikir akan kehilangan ini. Ini sungguh luar biasa. Ini memberiku sesuatu dalam karier. Ini menambah torehan lainnya setelah Piala Davis, medali Olimpade, menembus 10 besar, masuk lima besar dan sekarang Masters 1000, semua terlihat lebih baik,” kata Ljubicic seperti dilansir BNP Paribas Open 2010. Senyum lebar dan kesederhanaan terlihat dari Ljubicic saat berlibur. Ia tak segan-segan menebarkan senyum bersama buah hati dan istriny...

Dia.....

Rasa ini begitu menusuk dada. Airmata mengalir karenanya. Entah ini anugerah atau kesedihan belaka. Rasanya perih menghujam jiwa. Wajahnya terlintas, mengacaukan pikiran dan jiwa... Kenangan itu tak akan terlupakan... Bersamanya kupeluk mimpi...bersamanya kurajut asa mencari jati diri... Jalanan kita tapaki bersama. Entah, berapa ribuan kilometer kita tempuh demi kebersamaan. Ular besi membawa kita hingga ke tepian Jawa. Kau selalu ada... Kau memberiku asa... Hatiku tersentuh... Tapi aku belum mengerti itu apa?... Lalu kuingat...aku rela diam terpaku saat orang terkasih meninggalkanku jauh... Katamu seperti magis yang membuatku langsung tak bergerak.. Mata ini basah karena ditinggalkan tapi aku tak kuasa ketika memilih tak bergerak mengejarnya... Yang ada aku hanya berdiri di sisi mu... Ada apa? Aku tak tahu...

Ibu...Dia Menyusulmu

Kering sudah air mata ini. Tak ada lagi yang menetes. Bibi...kau adalah sahabat ibuku. Sahabat terbaik yang terus mengikutinya. Hari ini, Selasa (2/2), aku lihat matamu menutup rapat dengan kain putih yang membalutmu. Rasanya aku tak percaya. Tapi, inilah kenyataan. Baru 120 hari, ibu meninggalkanku...kau menyusulnya. Bibi...wajahmu mirip ibu. Meski ibu sudah tidak ada, namun aku merasa dia belum pergi karena dirimu bibi. Banyak yang ingin aku ceritakan, tapi semuanya belum sempat. Sama ibu juga sama bibi. Kini kalian tinggalkan aku tanpa sempat bercerita. Cerita yang seharusnya sudah lama aku ungkapkan. Tapi Allah punya kehendak. Tak ada yang dapat mengelak. Ibu dan bibi tetap bersama. Seperti kata ibu ketika sehat, ia ingin selalu bersama bibi hingga akherat. Bibi juga sempat mengiyakan. Kadang aku tak percaya dengan semua kata-kata mereka. Dua bersaudara yang saling menyayangi. Tapi kini nyata. Ibu dan bibi kembali bertemu di sana. Ibu...bibi kini bersamamu. Berbahagialah di sana. B...

Andi Alifian Mallarangeng: Saya Juga Atlet!

Lebih dari sepekan Andi Alifian Mallarangeng menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Tepatnya 11 hari sejak dilantik 22 Oktober lalu. Dialah yang kini menempati lantai 10 Gedung Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga yang berada di Jalan Pemuda, Senayan. Tempat yang dulunya menjadi kantor utama menteri sebelumnya, Adhyaksa Dault. Sejak namanya diumumkan sebagai menteri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, banyak pihak yang meragukan kiprahnya sebagai seorang Menpora. Maklum masyarakat selama ini mengenal sosok pria kelahiran Makassar 14 Maret 1963 ini sebagai seorang politikus. Berawal dari akademisi dan sebagai pengamat politik, nama Andi mulai tenar. Wajahnya kerap menghiasi layar kaca dengan kritik-kritik pedasnya yang tajam. Waktu berganti, sejak 2004, Andi memilih masuk pemerintahan. Dia mendapat tugas sebagai juru bicara presiden SBY. Karier politiknya terus menanjak hingga akhirnya ia menempati kursi Menpora pada kabinet Indonesia Bersatu jilid dua. “Itulah jalan hidup,...

Sang Kontroversial, Pengagum Sosialis

El Diaz: Diego Armando Maradona, legenda sepakbola penuh kontroversi.... Di tengah kontroversi awak media dan fans Argetina yang menganggap Maradona tidak layak melatih tim Tango, legenda sepak bola dunia itu acuh. Berbagai hantaman dan desakan agar dirinya mundur saat membawa Argentina berada di tepi jurang kegagalan tidak membuat dirinya gentar. Sebaliknya, Maradona dengan nada sedikit jumawa mengatakan tidak memiliki niat meninggalkan Argentina. Pernyataan Maradona ini akhirnya terbayarkan. Dengan sedikit keberuntungan, Albicelestes akhirnya dapat lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan pada pertengahan pekan lalu dengan menundukkan Uruguay 1-0. “Saya tidak pernah berniat mundur atau menanggalkan jabatan. Saya ingin menjelaskan agar semuanya menjadi jelas,” ungkap Maradona seperti dilansir Goal, awal Oktober lalu. Pada awalnya desakan mundur ini cukup beralasan. Deretan pemain bintang yang dimiliki Argentina selalu gagal menaklukkan lawan, meski hanya tim kecil. Ti...

Aksi Tour d'Indonesia....

Cirebon lagi..... Cirebon: (Kika) Cepi, Tya, Iya, Fery. Tania dan Femi (bawah)

Long Road To Bali....

Beraksi: Aku dan rombongan. (Ki-ka ), Esa, Tya, Femi dan Cepi Etape I: Berantakan di Awal Minggu pagi (28/11). Cuaca pagi ini cukup cerah. Aku beranjak dari rumah untuk sebuah tugas. 14 hari menjelajah pulau Jawa hingga Bali. Ini kali pertama sebagai kuli tinta aku meliput balap sepeda terbesar di Indonesia. Di mataku, terbayang sebuah even bergengsi. Bayanganku bukan tanpa kenyataan. Sederet pebalap internasional yang hadir meyakini imajiku. Dengan taksi aku menyusuri jalanan Jakarta di pagi itu. Karena ini hari libur, jalanan ibukota lengang tanpa kemacetan yang menyergap tiap hari. Supir taksi memacu kencang mobilnya. “Mau kemana mba? Kok ke Senayan,” tanya supir. Mataku yang masih terkantuk-kantuk beberapa saat tak perduli dengan pertanyaannya. Tapi, akhirnya aku menjawab. “Iya pak. Tugas dari kantor,” jawabku malas. Saat mobil memasuki daerah arteri Pondok Indah, supir taksi tak berhenti menanyaiku. Berbagai cara untuk menunjukan kesopanan dan pelayanannya malah membuatku...