Mexico
Kuda Hitam dari Utara
Kiblat sepak bola di benua Amerika berada di Selatan, yakni antara Brasil dan Argentina. Kendati begitu, di belahan Utara, Meksiko tak kalah jagonya. Sejarah telah membuktikan, ‘El Tri’selalu menjadi kekuatan menakutkan dari Utara Amerika.
Di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan ini, Meksiko kembali menjadi kuda hitam. Bergabung di grup A bersama tuan rumah Afrika Selatan, Uruguay dan Prancis.
Dari sisi sejarah, Meksiko memang tak pernah mencapai partai puncak, berbeda dengan Prancis dan Uruguay yang pernah menjadi jawara. Namun tak berarti skuad Javier Aguirre dapat dipandang sebelah mata.
Tak pernah absen dari pesta terakbar di dunia sejak Piala Dunia 1986 menjadi bukti, Meksiko memiliki ketangguhan seperti tim lainnya. Perlu diingat, empat tahun lalu di Jerman, Meksiko bahkan menjadi salah satu unggulan bersama tujuh tim besar lainnya. Belum lagi gelar juara Piala Konfederasi yang mereka rengkuh pada 2009 lalu dengan mengalahkan Amerika Serikat di final.
Kekuatan tim Meksiko ini bahkan diakui bek asal Prancis Patrice Evra akan menjadi ancaman nyata di grup A. “Meksiko selalu tampil bagus di Piala Dunia. Walau kata orang kami berada di grup mudah, namun menurutku sebaliknya,” kata Evra seperti dilansir situs resmi FIFA.
Perjalanan Meksiko menuju putaran final tahun ini memang tak mulus. Tiga kali mereka harus mengganti pelatih, mulai dari Jesus Ramirez, Sven-Göran Eriksson hingga Aguirre yang memuluskan langkah Meksiko ke Afrika Selatan.
Di bawah Aguirre, Meksiko kini menumpukkan harapan besar agar langkah Meksiko dapat melebihi pencapaian sebelumnya pada Piala Dunia 1970 dan 1986, ketika berhasil menembus perempat final, saat ajang terakbar sepak bola ini digelar di negaranya.
Meksiko tak dapat diremehkan tim manapun, termasuk para raksasa penguasa sepak bola. Di Jepang dan Korea Selatan pada 2002 lalu, ini pernah dilakukan El Tri. Bergabung bersama Italia, Meksiko berhasil mengungguli tim Azzuri itu. Menahan imbang 1-1 tim yang paling banyak meraih gelar dunia dari Eropa ini, harus menerima kenyataan hanya berada di posisi kedua, di bawah Meksiko.
Dengan torehan itu, layaklah jika Prancis dan Uruguay serta Afrika Selatan waspada terhadap kiprah Meksiko. Sejarah panjang mereka di pentas Piala Dunia bukan tak mungkin membuat mereka untuk memperbaiki sejarah. Walau semua butuh peruntungan lebih menghadapi tim-tim berat.O tya
Player to watch
Carlos Vela
Pendobrak Pertahanan
Muda, percaya diri dan tajam dalam melakukan serangan di lini depan, menjadi jaminan bagi Carlos Vela mendapatkan tempat di skuad utama tim Meksiko di Piala Dunia 2010. Bukti ketajamannya telah teruji, kendati usianya baru mencapai 21 tahun.
Salah satu pembuktian yang telah diwujudkan Vela telah dilakukannya saat kualifikasi Piala Dunia tahun lalu. Di tengah usaha ‘El Tri’ lolos ke Afrika Selatan, Vela menjadi pemecah kebuntuan. Satu gol Vela dan satu asisstnya menjadi kunci keberhasilan Meksiko yang kemudian menang 4-1 atas El Salvador. Hasil ini meloloskan Meksiko ke putaran final.
Penampilan terakhir Vela bersama Meksiko saat ujicoba melawan Selandia Baru. Menakjubkan, melewati tiga pemain bertahan negeri Kiwi itu, Vela berhasil melewatinya dan mencetak gol ke gawang Glen Moss.
Sebelumnya, di Piala Concacaf 2009, Vela juga sukses menunjukkan kualitasnya. Lima gol ke gawang Amerika Serikat, empat diantaranya berkat talentanta, walau dia hanya mencetak satu gol dalam laga ini. Bahkan, pada 2005, Vela bersama timnas U-17, Meksiko berhasil mengukuhkan diri sebagai juara dunia.
Dengan kualitas yang dimiliki, Vela yang juga jadi salah satu bintang masa depan bersama klubnya Arsenal, bukan tak mungkin membuat kejutan indah bersama Meksiko. Talentanya akan makin terasah di ajang empat tahunan ini. O tya
SWOT
Kekuatan
Sejumlah pemain berkualitas yang ada di tim ini, seperti Rafael Marquez di jantung pertahanan, Cuauhtemoc Blanco di posisi gelandang dan Guillermo Franco di lini depan. Serta hadirnya, generasi emas dari jebolan pemain timnas U-17 yang pada 2005 merengkuh gelar dunia seperti Carlos Vela akan menjadi salah satu kekuatan Meksiko. Perpaduan ini akan makin sempurna di tangan Javier Aguirre.
Kelemahan
Sebagai salah satu tim yang kerap tampil di Piala Dunia, lini depan Meksiko dari tahun ke tahun selalu jadi kendala. Walau memiliki pemain berbakat, dalam kompetisi yang berjalan sebulan penuh ini, tim Meksiko terkadang tumpul di lini depan. Bukti jelas, ketika Meksiko harus berganti tiga pelatih yang bereksperimen dengan barisan depan.
Peluang Tim
Berdasarkan sejarah dan perjalanan, Meksiko dalam empat Piala Dunia terakhir hanya selalu mampu tampil hingga babak kedua. Tak mampu menghadapi lawan-lawan berat yang lebih memiliki tradisi juara.
Tahun ini, Meksiko kemungkinan akan lebih berat untuk dapat mengikuti langkah empat Piala Dunia terakhir. Pasalnya, di grup A selain Prancis dan Uruguay yang pernah mengangkat trofi juara, tuan rumah Afrika Selatan juga tak akan menyerah. Jikapun lolos, di babak knockout, Meksiko kemungkinan besar bertemu kembali Argentina yang 2006 lalu menghentikan mereka di babak kedua.
Ancaman Tim
Meksiko boleh memiliki tradisi juara tapi perlu diingat tiga lawannya bukan tim sembarangan. Dua diantaranya bahkan pernah mengalahkan El Tri. Afrika Selatan di Piala Konfederasi 2005 dan Prancis tak terbantahkan menyapu bersih kemenangan dari enam pertemuan di seluruh kejuaraan. Lawan paling mudah mungkin Uruguay yang tak pernah menang dari Meksiko walau juga tak dapat diremehkan, tim ini pernah menjadi juara dunia.
Komentar
Posting Komentar